Langkah Besar Baubau di Spanyol Menjadi Tolak Ukur Pengembangan E-Goverment Dunia


BARCELONA - Setelah 12 tahun Kota Baubau menjadi Daerah Otonom, kiprah Kota Baubau sebagai salah satu Kota penyelenggara pembangunan terbaik di tingkat nasional telah terbukti dengan diraihnya berbagai penghargaan dan pembicara best practices diberbagai bidang, bahkan Walikota Baubau Amirul Tamim pun pernah terpilih sebagai Ketua APEKSI Komwil Indonesia Timur, dan Walikota terbaik seIndonesia bersama Mendagri Gamawan Fauzi sebagai Gubernur terbaik. Setelah lebih dari satu dekade, sudah saatnya Kota Baubau lebih memperluas kiprahnya hingga ke dunia. Langkah ini telah dirintis dengan Kerjasama Sister City Kota Baubau dengan Kota Metropolitan Seoul dibidang Kebudayaan, Pendidikan, Pertanian dan Teknologi Informasi. Lebih lanjut kiprah Baubau meningkat hingga ke Asia-Eropa dengan terpilihnya Walikota Baubau sebagai salah satu delegasi Indonesia pada Asia-Europe Metting Forum on Marine Fisheries di Belgia.




Di penghujung tahun 2012 ini, eksistensi Kota Baubau di dunia internasional diperluas dengan terpilihnya Kota Baubau bersama Provinsi Jakarta, masing-masing mewakili Kota/Kabupaten dan Provinsi sebagai Delegasi Indonesia pada General Assembly World e-Government Organization of Cities and Local Governments (WeGo). Pertemuan ini bertema WeGO: The 2nd General Assembly 2012 Smart Government with All yang diselenggarakan pada 12-13 November 2012 di Fira Gran Via, Kota Barcelona, Spanyol. Kegiatan ini diikuti oleh 72 Kota/Provinsi dari 63 negara di dunia. Pertemuan dua hari ini terdiri dari Pertemuan Majelis Umum WeGo, Workshop, Tour ICT, Penyerahan WeGo Award, Welcome dan Farewell dinner, serta Smart City Expo. Pertemuan ini selain dihadiri Gubernur/Walikota dan praktisi ICT dari masing-masing negara, juga dihadiri Pakar dan Praktisi Teknologi Informasi tingkat dunia, diantaranya European Network of Living Labs, I2CAT, OECD, dan Fraunhofer FOKUS. Serta Pelaku Usaha Teknologi Informasi internasional diantaranya Microsoft, Esri, Cisco, Samsung, Apple, dan banyak lagi.

World e-Governments Organization of Cities and Local Governments (WeGO) merupakan jaringan pemerintah berbasis Kota dan pemerintah lokal di seluruh dunia yang berkomitmen untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman pemerintahan digital, penguatan transparansi dan efektifitas administrasi, dan menjembatani kesenjangan teknologi Informasi antar kota, penguatan kapasitas Teknologi Informasi pada pemerintah daerah, serta membangun kerjasama dan solidaritas antara Kota dan pemerintah lokal di seluruh dunia melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi. WeGo merupakan organisasi dunia dibawah UNPAN (United Nation Public Administration Network) yakni badan PBB yang menangani persoalan administrasi publik. Pada General Assembly World e-Government Organization of Cities and Local Governments (WeGo) 2012 ini, Kota Baubau bersama 21 Kota lainnya ditetapkan sebagai anggota baru dan anggota tetap WeGo, yang tak kalah menariknya adalah Kota Baubau dipercaya untuk menjadi satu dari 10 pembicara yang mewakili pemerintah lokal, dan menjadi satu-satunya pembicara dari Kawasan Asia Tenggara.

Tema yang diangkat Delegasi Indonesia dari Kota Baubau, yang dalam hal ini diwakili Eko Prasetya, Kepala Unit Pelaksana Teknis Pengkajian dan Penerapan Teknologi Informasi (UPT-PPTI) Pemerintah Kota Baubau, adalah Empowerment of marginalized and Isolated community, yang kurang lebih mengulas bahwa pada negara berkembang dan negara-negara dunia ketiga, Masyarakat marjinal dan bertempat tinggal di daerah terisolasi dan pulau-pulau kecil masih sangat jamak ditemui.

Bagi masyarakat tersebut, kebutuhan akan makanan dan pendidikan yang layak masih jauh lebih dibutuhkan dibanding Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang pada masyarakat maju telah menjelma menjadi salah satu kebutuhan pokok. Pada masyarakat marjinal dan terisolasi, TIK tidak akan pernah menjadi tokoh kunci, TIK hanya akan memainkan peran sebagai alat pelengkap, amplifier, booster, dan nilai tambah bagi kehidupan masyarakat. Ketika TIK menginfiltrasi masyarakat tanpa fasilitasi dan konsep jelas dari pemerintah, maka sama halnya dengan menyediakan media yang dapat memunculkan sampah informasi, sedangkan masyarakat tidak siap mental untuk menerima dan menyortirnya. Apa yang coba dilakukan di Baubau adalah bagaimana pemerintah melalui UPT-PPTI adalah memperkenalkan TIK, mengatasi digital divide, dan membuka akses TIK bagi masyarakat tanpa mengubah budaya dan tradisi mereka secara dramatis. Kehadiran Delegasi Kota Baubau pada pertemuan ini mengundang banyak Respon positif baik dari Delegasi negara-negara lain maupun dari UNPAN-PBB, diantaranya permintaan kerjasama dari Portugal, Bukarest, India, Barcelona, Dar es Salam, dan Bangladesh untuk mereplikasi Konsep Pemberdayaan dengan TIK yang diaplikasikan di Kota Baubau. Disamping itu, UNPAN-PBB juga memilih Kota Baubau sebagai salah satu pemerintah lokal yang menjadi tolak ukur pengembangan e-government dunia, yang pengukurannya akan dilakukan setiap tahun.

Sehari setelah penyelenggaraan WeGo Forum ini, Di Kota Barcelona terjadi demontrasi dan mogok kerja besar-besaran sebagai dampak dari krisis ekonomi yang sedang melanda uni eropa, General Strikes di Barcelona ini terjadi bersamaan dibeberapa negara anggota Uni Eropa. Harus diakui meskipun ditengah krisis ekonomi besar, respon Spanyol untuk menjadi pemeran penting dalam pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi dunia cukup besar. Dihari yang sama dengan General strikes ini, para delegasi mengadakan kunjungan ke Stadion Camp Nou, lapangan resmi FC Barcelona yang merupakan tim sepakbola terkuat di eropa saat ini. Serta mengunjungi Pusat pengelolaan Transportasi Kota yang memanfaatkan Teknologi Intelegent Transportasi System (ITS). Saat dihubungi melalui telepon, Walikota Amirul Tamim menyampaikan bahwa apa yang dicapai delegasi Indonesia, dengan menempatkan diri sebagai anggota tetap WeGo adalah salah satu pencapaian gemilang di akhir masa pemerintahannya, sekaligus menunjukkan pengakuan Indonesia dan dunia internasional atas keberhasilan penyelenggaraan pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi serta e-Government di Kota Baubau. (Harian Radar Buton 19/11/2012)
Selamat datang di blog Al Ikhsan | Blog Anak Buton...!!! Anda baru saja membaca artikel yang berkategori BUTUNI / INFORMATION dengan judul Langkah Besar Baubau di Spanyol Menjadi Tolak Ukur Pengembangan E-Goverment Dunia. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://nahdillah.blogspot.com/2012/11/langkah-besar-baubau-di-spanyol-menjadi_1990.html. Terima kasih!
Ditulis oleh: Al Ikhsan Nahdillah - Senin, 19 November 2012

Belum ada komentar untuk "Langkah Besar Baubau di Spanyol Menjadi Tolak Ukur Pengembangan E-Goverment Dunia"

Poskan Komentar