Tampilkan postingan dengan label BUTUNI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BUTUNI. Tampilkan semua postingan
Senin, 29 April 2013

2 Tempat Free Hotspot Kota Baubau Yang di Sediakan Oleh Pemerintah Kota Baubau

Assalamualaikum,
Sesuai dengan judul postingan saya di atas, kali ini saya akan membahas 2 tempat free hotspot yang berada di Kota kelahiran saya tercinta, Baubau. Ke 2 tempat ini sangat strategis karena berada di area-area yang paling banyak di kunjungi masyarakat di Baubau maupun pendatang-pendatang dari luar Kota Baubau apalagi para pemuda-pemudi yang ada di Kota Baubau pasti sangat sering ke sana…hehehe. Langsung saja ini dia 2 tempat free hotspot di Kota Baubau:
  1. Kantor WaliKota Baubau (Palagimata)
Tempat pertama adalah Kantor WaliKota Baubau atau yang biasa orang Baubau sebut dengan “Palagimata”. Selain berfungsi sebagai Kantor WaliKota Baubau, Palagimata ini juga sering menjadi tempat berkunjung dan rekreasi keluarga oleh masyarakat Baubau karena tempatnya yang berada di perbukitan dan memungkinkan kita bisa menikmati hampir seluruh keindahan Kota Baubau, dan di Palagimata ini juga berdiri kokoh patung ekor sang naga atau yang biasa om-om dan tante-tante turis bilang “Tail Of The Dragon” yang makin menambah keindahan Palagimata.
Selain Menyuguhkan pemandangan indah Kota Baubau, Kantor WaliKota Baubau (Palagimata) juga menyediakan free hotspot atau layanan internet gratis yang di peruntukan bagi seluruh masyarakat Kota Baubau yang ingin mengakses internet. Untuk mendapatkan layanan free hotspot, anda bisa pergi ke aula Palagimata yang berada di belakang Kantor WaliKota Baubau, disanalah tempat access point free hotspot, dan tinggal sesuka hati anda saja mau mencari tempat yang nyaman untuk terkoneksi ke free hotspot tersebut.
Catatan: “Layanan free hotspot Kantor Walikota Baubau setiap hari akan aktif, jika anda tidak menemukan access point untuk free hotspot pada saat memindai perangkat wireless pada netbook/notebook anda, kemungkinan telah terjadi pemadaman listrik yang menyebabkan tidak aktifnya access point. buat para facebookers, layanan facebook pada free hotspot kantor waliKota setiap harinya akan di blokir pada jam-jam tertentu, kalau tidak salah dari jam 07.00 s/d 12.00. dan perlu di perhatikan juga bahwa layanan free hotspot ini tidak diproteksi oleh password access point. Jika anda mendapatkan halaman login pada saat membuka browser, silahkam masukan <username : Baubau> <password : semerbak>”
  1. Pantai Kamali
Tempat yang ke dua adalah Pantai Kamali. Pantai Kamali ini merupakan tempat berkunjung dan berwisata masyarakat Kota Baubau dan sebagai sumber mata pencaharian juga bagi pedagang-pedagang kaki lima yang berada di sekitaran Pantai Kamali yang membuka lapak-lapak atau stand-stand penjualan mereka yang beraneka ragam. karena di Palagimata tadi kita sudah membahas ekor sang naga, maka kurang lengkap rasanya jika badan bersama dengan kepala sang naga tidak disebutkan (nanti om naganya marah…hehehe), di Pantai Kamali ini juga berdiri kokoh patung badan bersama dengan kepala sang naga yang semakin menambah keindahan Pantai Kamali. 
Selain ada patung naga dan lapak-lapak pedagang kaki lima, Pantai Kamali juga menyediakan layanan free hotspot sama seperti yang berada pada Kantor WaliKota Baubau. Sebenarnya hampir seluruh area Pantai Kamali ini bisa mendapatkan jangkauan layanan free hotspot, karena lokasi access pointnya berada di atas tiang tower yang cukup tinggi yang memungkinkan penembakan sinyal akan lebih meluas lagi. Oleh karena itu, anda tinggal mencari saja posisi yang nyaman buat mendapatkan layanan free hotspot. Tapi agar browsingannya lebih mantap lagi, tidak ada salahnya untuk masuk ke lapak-lapak penjual gorengan sambil menikmati indahnya pemandangan Pantai Kamali di temani dengan goreng-gorengan dan layanan free hotspot (tapi ingat, yang free cuman hotspotnya aja, kalau gorengannya musti di bayar…hehehe).
Catatan: “perlu di perhatikan bahwa layanan free hotspot Pantai Kamali tidak aktif setiap hari, layanan free hotspot akan aktif 3 hari dalam seminggu, setahu saya hari aktifnya free hotspot Pantai Kamali adalah hari sabtu, jika saya mendapatkan informasi 2 hari lain untuk aktifnya layanan free hotspot nanti saya akan update kembali di blog ini. buat para facebookers, layanan facebook pada free hotspot Pantai Kamali juga akan di blokir pada jam-jam tertentu, kalau tidak salah dari jam 07.00 s/d 12.00. dan perlu di perhatikan juga bahwa layanan free hotspot Pantai Kamali tidak diproteksi oleh password access point. Jika anda mendapatkan halaman login pada saat membuka browser, silahkam masukan <username : Baubau> <password : semerbak>”
Sekian dulu dari saya 2 tempat free hotspot di Kota Baubau yang di sediakan oleh Pemerintah Kota Baubau, jika ada tempat free hotspot lainnya di Kota Baubau, nanti saya akan update kembali di blog ini.
Senin, 19 November 2012

Langkah Besar Baubau di Spanyol Menjadi Tolak Ukur Pengembangan E-Goverment Dunia


BARCELONA - Setelah 12 tahun Kota Baubau menjadi Daerah Otonom, kiprah Kota Baubau sebagai salah satu Kota penyelenggara pembangunan terbaik di tingkat nasional telah terbukti dengan diraihnya berbagai penghargaan dan pembicara best practices diberbagai bidang, bahkan Walikota Baubau Amirul Tamim pun pernah terpilih sebagai Ketua APEKSI Komwil Indonesia Timur, dan Walikota terbaik seIndonesia bersama Mendagri Gamawan Fauzi sebagai Gubernur terbaik. Setelah lebih dari satu dekade, sudah saatnya Kota Baubau lebih memperluas kiprahnya hingga ke dunia. Langkah ini telah dirintis dengan Kerjasama Sister City Kota Baubau dengan Kota Metropolitan Seoul dibidang Kebudayaan, Pendidikan, Pertanian dan Teknologi Informasi. Lebih lanjut kiprah Baubau meningkat hingga ke Asia-Eropa dengan terpilihnya Walikota Baubau sebagai salah satu delegasi Indonesia pada Asia-Europe Metting Forum on Marine Fisheries di Belgia.




Di penghujung tahun 2012 ini, eksistensi Kota Baubau di dunia internasional diperluas dengan terpilihnya Kota Baubau bersama Provinsi Jakarta, masing-masing mewakili Kota/Kabupaten dan Provinsi sebagai Delegasi Indonesia pada General Assembly World e-Government Organization of Cities and Local Governments (WeGo). Pertemuan ini bertema WeGO: The 2nd General Assembly 2012 Smart Government with All yang diselenggarakan pada 12-13 November 2012 di Fira Gran Via, Kota Barcelona, Spanyol. Kegiatan ini diikuti oleh 72 Kota/Provinsi dari 63 negara di dunia. Pertemuan dua hari ini terdiri dari Pertemuan Majelis Umum WeGo, Workshop, Tour ICT, Penyerahan WeGo Award, Welcome dan Farewell dinner, serta Smart City Expo. Pertemuan ini selain dihadiri Gubernur/Walikota dan praktisi ICT dari masing-masing negara, juga dihadiri Pakar dan Praktisi Teknologi Informasi tingkat dunia, diantaranya European Network of Living Labs, I2CAT, OECD, dan Fraunhofer FOKUS. Serta Pelaku Usaha Teknologi Informasi internasional diantaranya Microsoft, Esri, Cisco, Samsung, Apple, dan banyak lagi.

World e-Governments Organization of Cities and Local Governments (WeGO) merupakan jaringan pemerintah berbasis Kota dan pemerintah lokal di seluruh dunia yang berkomitmen untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman pemerintahan digital, penguatan transparansi dan efektifitas administrasi, dan menjembatani kesenjangan teknologi Informasi antar kota, penguatan kapasitas Teknologi Informasi pada pemerintah daerah, serta membangun kerjasama dan solidaritas antara Kota dan pemerintah lokal di seluruh dunia melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi. WeGo merupakan organisasi dunia dibawah UNPAN (United Nation Public Administration Network) yakni badan PBB yang menangani persoalan administrasi publik. Pada General Assembly World e-Government Organization of Cities and Local Governments (WeGo) 2012 ini, Kota Baubau bersama 21 Kota lainnya ditetapkan sebagai anggota baru dan anggota tetap WeGo, yang tak kalah menariknya adalah Kota Baubau dipercaya untuk menjadi satu dari 10 pembicara yang mewakili pemerintah lokal, dan menjadi satu-satunya pembicara dari Kawasan Asia Tenggara.

Tema yang diangkat Delegasi Indonesia dari Kota Baubau, yang dalam hal ini diwakili Eko Prasetya, Kepala Unit Pelaksana Teknis Pengkajian dan Penerapan Teknologi Informasi (UPT-PPTI) Pemerintah Kota Baubau, adalah Empowerment of marginalized and Isolated community, yang kurang lebih mengulas bahwa pada negara berkembang dan negara-negara dunia ketiga, Masyarakat marjinal dan bertempat tinggal di daerah terisolasi dan pulau-pulau kecil masih sangat jamak ditemui.

Bagi masyarakat tersebut, kebutuhan akan makanan dan pendidikan yang layak masih jauh lebih dibutuhkan dibanding Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang pada masyarakat maju telah menjelma menjadi salah satu kebutuhan pokok. Pada masyarakat marjinal dan terisolasi, TIK tidak akan pernah menjadi tokoh kunci, TIK hanya akan memainkan peran sebagai alat pelengkap, amplifier, booster, dan nilai tambah bagi kehidupan masyarakat. Ketika TIK menginfiltrasi masyarakat tanpa fasilitasi dan konsep jelas dari pemerintah, maka sama halnya dengan menyediakan media yang dapat memunculkan sampah informasi, sedangkan masyarakat tidak siap mental untuk menerima dan menyortirnya. Apa yang coba dilakukan di Baubau adalah bagaimana pemerintah melalui UPT-PPTI adalah memperkenalkan TIK, mengatasi digital divide, dan membuka akses TIK bagi masyarakat tanpa mengubah budaya dan tradisi mereka secara dramatis. Kehadiran Delegasi Kota Baubau pada pertemuan ini mengundang banyak Respon positif baik dari Delegasi negara-negara lain maupun dari UNPAN-PBB, diantaranya permintaan kerjasama dari Portugal, Bukarest, India, Barcelona, Dar es Salam, dan Bangladesh untuk mereplikasi Konsep Pemberdayaan dengan TIK yang diaplikasikan di Kota Baubau. Disamping itu, UNPAN-PBB juga memilih Kota Baubau sebagai salah satu pemerintah lokal yang menjadi tolak ukur pengembangan e-government dunia, yang pengukurannya akan dilakukan setiap tahun.

Sehari setelah penyelenggaraan WeGo Forum ini, Di Kota Barcelona terjadi demontrasi dan mogok kerja besar-besaran sebagai dampak dari krisis ekonomi yang sedang melanda uni eropa, General Strikes di Barcelona ini terjadi bersamaan dibeberapa negara anggota Uni Eropa. Harus diakui meskipun ditengah krisis ekonomi besar, respon Spanyol untuk menjadi pemeran penting dalam pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi dunia cukup besar. Dihari yang sama dengan General strikes ini, para delegasi mengadakan kunjungan ke Stadion Camp Nou, lapangan resmi FC Barcelona yang merupakan tim sepakbola terkuat di eropa saat ini. Serta mengunjungi Pusat pengelolaan Transportasi Kota yang memanfaatkan Teknologi Intelegent Transportasi System (ITS). Saat dihubungi melalui telepon, Walikota Amirul Tamim menyampaikan bahwa apa yang dicapai delegasi Indonesia, dengan menempatkan diri sebagai anggota tetap WeGo adalah salah satu pencapaian gemilang di akhir masa pemerintahannya, sekaligus menunjukkan pengakuan Indonesia dan dunia internasional atas keberhasilan penyelenggaraan pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi serta e-Government di Kota Baubau. (Harian Radar Buton 19/11/2012)
Rabu, 10 Oktober 2012

Sejarah Singkat Kota Baubau (Buton)


Pada mulanya, Baubau merupakan pusat Kerajaan Buton (Wolio) yang berdiri pada awal abad ke-15 (1401 1499). Buton mulai dikenal dalam Sejarah Nasional karena telah tercatat dalam naskah Negara Kertagama Karya Prapanca pada Tahun 1365 Masehi dengan menyebut Buton atau Butuni sebagai Negeri (Desa) Keresian atau tempat tinggal para resi dimana terbentang taman dan didirikan lingga serta saluran air. Rajanya bergelar Yang Mulia Mahaguru. Cikal bakal negeri Buton untuk menjadi sebuah Kerajaan pertama kali dirintis oleh kelompok Mia Patamiana (si empat orang) Sipanjonga, Simalui, Sitamanajo, Sijawangkati yang oleh sumber lisan di Buton mereka berasal dari Semenanjung Tanah Melayu pada akhir abad ke 13.

1Buton sebagai negeri tujuan kelompok Mia Patamiana mereka mulai membangun perkampungan yang dinamakan Wolio (saat ini berada dalam wilayah Kota Bau Bau) serta membentuk sistem pemerintahan tradisional dengan menetapkan 4 Limbo (Empat Wilayah Kecil) yaitu Gundu-gundu, Barangkatopa, Peropa dan Baluwu yang masing-masing wilayah dipimpin oleh seorang Bonto sehingga lebih dikenal dengan Patalimbona. Keempat orang Bonto tersebut disamping sebagai kepala wilayah juga bertugas sebagai pelaksana dalam mengangkat dan menetapkan seorang Raja. Selain empat Limbo yang disebutkan di atas, di Buton telah berdiri beberapa kerajaan kecil seperti Tobe-tobe, Kamaru, Wabula, Todanga dan Batauga. Maka atas jasa Patalimbona, kerajaan-kerajaan tersebut kemudian bergabung dan membentuk kerajaan baru yaitu kerajaan Buton dan menetapkan Wa Kaa Kaa (seorang wanita bersuamikan Si Batara seorang turunan bangsawan Kerajaan Majapahit) menjadi Raja I pada tahun 1332 setelah mendapat persetujuan dari keempat orang bonto/patalimbona (saat ini hampir sama dengan lembaga legislatif).

Dalam periodisasi sejarah Buton telah mencatat dua Fase penting yaitu masa Pemerintahan Kerajaan sejak tahun 1332 sampai pertengahan abad ke 16 dengan diperintah oleh 6 (enam) orang raja diantaranya 2 orang raja perempuan yaitu Wa Kaa Kaa dan Bulawambona. Kedua raja ini merupakan bukti bahwa sejak masa lalu derajat kaum perempuan sudah mendapat tempat yang istimewa dalam masyarakat Buton. Fase kedua adalah masa Pemerintahan Kesultanan sejak masuknya agama Islam di Kerajaan Buton pada tahun 948 Hijriah ( 1542 Masehi ) bersamaan dilantiknya Lakilaponto sebagai Sultan Buton I dengan Gelar Sultan Murhum Kaimuddin Khalifatul Khamis sampai pada Muhammad Falihi Kaimuddin sebagai Sultan Buton ke 38 yang berakhir tahun 1960.


2
Masa pemerintahan Kerajaan Buton mengalami kemajuan terutama bidang Politik Pemerintahan dengan bertambah luasnya wilayah kerajaan serta mulai menjalin hubungan Politik dengan Kerajaan Majapahit, Luwu, Konawe dan Muna. Demikian juga bidang ekonomi mulai diberlakukan alat tukar dengan menggunakan uang yang disebut Kampua (terbuat dari kapas yang dipintal menjadi benang kemudian ditenun secara tradisional menjadi kain). Memasuki masa Pemerintahan Kesultanan juga terjadi perkembangan diberbagai aspek kehidupan antara lain bidang politik dan pemerintahan dengan ditetapkannya Undang-Undang Dasar Kesultanan Buton yaitu Murtabat Tujuh yang di dalamnya mengatur fungsi, tugas dan kedudukan perangkat kesultanan dalam melaksanakan pemerintahan serta ditetapkannya Sistem Desentralisasi (otonomi daerah) dengan membentuk 72 Kadie (Wilayah Kecil).

Dibidang hukum dijalankan sangat tegas dengan tidak membedakan baik aparat pemerintahan maupun masyarakat umum. Hal ini terlihat dari ke 38 orang sultan yang memerintah di Buton 12 orang menyalahgunakan kekuasaan dan melanggar sumpah jabatan dan satu diantaranya yaitu Sultan ke - VIII Mardan Ali, diadili dan diputuskan untuk dihukum mati dengan cara digogoli (leher dililit dengan tali sampai meninggal). Bidang perekonomian dimana Tunggu Weti sebagai penagih pajak di daerah kecil ditingkatkan statusnya menjadi Bonto Ogena disamping sebagai penanggung jawab dalam pengurusan pajak dan keuangan juga mempunyai tugas khusus selaku kepala siolimbona (saat ini hampir sama dengan ketua lembaga legislatif).

Bidang Pertahanan Keamanan ditetapkannya Sistem Pertahanan Rakyat Semesta dengan falsafah perjuangan yaitu :
Yinda Yindamo Arata somanamo Karo
(Harta rela dikorbankan demi keselamatan diri)
Yinda Yindamo Karo somanamo Lipu
(Diri rela dikorbankan demi keselamatan negeri)
Yinda Yindamo Lipu somanamo Sara
(Negeri rela dikorbankan demi keselamatan pemerintah)
Yinda Yindamo Sara somanamo Agama
(Pemerintah rela dikorbankan demi keselamatan agama)

Disamping itu juga dibentuk sistem pertahanan berlapis yaitu empat Barata (Wuna, Tiworo, Kulisusu dan Kaledupa), empat matana sorumba (Wabula, Lapandewa, Watumotobe dan Mawasangka) serta empat orang Bhisa Patamiana (pertahanan kebatinan). Selain bentuk pertahanan tersebut maka oleh pemerintah kesultanan, juga mulai membangun benteng dan kubukubu pertahanan dalam rangka melindungi keutuhan masyarakat dan pemerintah dari segala gangguan dan ancaman. Kejayaan masa Kerajaan/Kesultanan Buton (sejak berdiri tahun 1332 dan berakhir tahun 1960) berlangsung 600 tahun lamanya telah banyak meninggalkan warisan masa lalu yang sangat gemilang, sampai saat ini masih dapat kita saksikan berupa peninggalan sejarah, budaya dan arkeologi. Wilayah bekas Kesultanan Buton telah berdiri beberapa daerah kabupaten dan kota yaitu : Kabupaten Buton, Kabupaten Muna, Kabupaten Wakatobi, Kabupaten Bombana dan Kota Bau Bau (terdapat Keraton Kesultanan Buton).


Referensi : Pemerintah Kota Baubau | Sejarah Singkat